Jangan Kuliah di Turki


Sebelum mengawali pembahasan kali ini, saya ingin bertanya kepada pembaca sekalian? Apa yang menyebabkan anda semua tertarik dengan Turki sebagai tempat tujuan belajar? Jika sudah, silakan anda simpan baik-baik dalam pikiran dan mari kita lihat bersama apakah anda masih tertarik untuk belajar di Turki setelah anda membaca ulasan saya tentang pendidikan dan kehidupan di Turki dalam kaca mata pelajar.

Tidak terasa saya sudah menghabiskan waktu lima tahun tinggal dan belajar di Turki. Hal ini membuat saya ingin menulis sebuah ulasan tentang pendidikan dan kehidupan di Turki yang belum pernah dipaparkan dalam tulisan rekan-rekan pelajar Indonesia di Turki atau situs promosi konsultasi belajar di luar negeri yang biasanya membahas Turki dari sisi positifnya.

Kenapa saya melarang pembaca sekalian “Jangan Belajar di Turki”? Ada beberapa sebab dan alasan yang harus pembaca sekalian ketahui supaya benar-benar matang untuk melanjutkan pendidikan di Turki.

Problematika Bahasa Turki

Hal pertama yang harus pembaca sekalian ketahui dan persiapkan adalah permasalahan bahasa yang akan anda hadapi ketika belajar dan hidup di tengah masyarakat Turki sangat berat.

Bahasa Turki memiliki grammar yang sangat berbeda dengan bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, tidak jarang mahasiswa Indonesia yang meskipun sudah lama tinggal di Turki penguasaan bahasa Turkinya tidak terlalu bagus.

Jika struktur kalimat dalam grammar dalam bahasa Indonesia adalah SPOK (Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan), struktur kalimat bahasa Turki adalah kebalikan dari struktur kata bahasa Indonesia yaitu KOPS (Keterangan, Objek, Predikat dan Subjek). Hampir sama ketika orang Indonesia belajar bahasa Jepang.

Contoh : IDN Aku cinta kamu (SPO) sedangkan TUR Seni Seviyorum = (OPS); Untuk menerjemahkan kalimat dalam bahasa Turki kita bisa menerjemahkan dari belakang ke depan kalimat.

tsnid0nvr_ms8jhhetoij_rdpq3fwyzrnncp1elo1xe

Menurut data yang dipublikasikan oleh World Economic Forum pada tanggal 15 November 2016, masyarakat Turki merupakan salah satu penduduk Eropa yang sangat rendah tingkat penguasaan bahasa Inggris. Oleh sebab itu, meskipun anda menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris di dalam perkuliahan, anda tetap harus lancar dalam berbahasa Turki. Karena masyarakat Turki, termasuk dalam komunikasi urusan birokrasi dan administrasi tidak fasih berbahasa Inggris.

Jika anda diterima di jurusan yang menggunakan bahasa Turki sebagai bahasa pengantar perkuliahan, maka anda diwajibkan untuk kurus bahasa Turki selama satu tahun dan jika anda lulus maka anda berhak untuk mengikuti program perkuliahan.

Makanan yang 100% Berbeda dan Aneh

Bulan pertama hingga bulan ketiga awal kedatangan anda akan menjadi bulan-bulan penuh dengan ujian. Terutama urusan makanan. Karena anda akan dipaksa untuk memakan roti sebagai makanan pokok sehari-hari, jarang menemukan nasi dan makanan yang ber-yogurt. Jika anda memiliki masalah makan dan suka pilah-pilih makanan, mungkin sebagai solusi adalah anda makan di restoran china atau memasak makanan sendiri.

Makanan Turki cenderung lebih berminyak dan masin. Bahkan mereka memasak nasi dengan air yang diberikan garam. Masyarakat Turki juga sering mengkonsumsi makanan siap saji atau fastfood.

Tidak dipungkiri juga banyak mahasiswa Indonesia yang seriring berjalannya waktu mampu beradaptasi dengan makanan Turki. Saya sendiri termasuk orang Indonesia yang mudah berteman dengan kuliner Turki. Alasan utamanya adalah karena terpaksa, daripada nggak makan sama sekali. Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang ‘aneh’ untuk orang Indonesia.

Banyak makanan dan minuman ‘aneh’ bukan berarti kita tidak bisa menikmati kuliner Turki yang memiliki cita rasa Nusantara. Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang memiliki cita rasa Nuantara yang pedas dan kaya rempah-rempah.

Perbedaan Budaya

Indonesia dan Turki sangat berbeda. Berbeda dari sisi geografis, iklim, bahasa, etnis dan itu semua menyebabkan terjadi perbedaan budaya yang lumayan kontras antara Turki dan Indonesia.

Untuk masalah tempat tinggal, saya lebih menyarankan untuk tinggal bersama mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang lainnya untuk lebih simple dan mudah dalam berkehidupan sehari-hari. Jika anda terpaksa harus tinggal di asrama, hal yang harus diperhatikan adalah pandai dalam memilih teman, menjaga diri dan jangan mudah terpengaruh.

Pola dan gaya hidup pelajar dan masyarakat Turki merupakan kombinasi antara pola dan haya hidup orang Arab, Eropa dan Asia. Jadi, anda juga bisa menjumpai watak-watak dan pola hidup yang sama antara masyarakat Indonesia dan Turki. Ditambah dengan mayoritas masyarakat Turki beragama Islam. Hal tersebut memudahkan kita untuk beradaptasi.

Jika kita ingin menimbang, apakah budaya Turki lebih memberikan effect negatif atau positif kepada kehidupan mahasiswa Indonesia. Jujur, banyak pelajaran-pelajaran hidup yang sangat berharga yang saya temukan di sini. Mungkin satu hal yang kurang di dalam pola dan gaya hidup orang Turki yaitu disiplin dan sistematis.

Orang Turki secara umum jarang melakukan planning yang panjang. Mereka lebih menyukai pekerjaan yang sifatnya tiba-tiba. Oleh sebab itu, mereka terdidik untuk siap mengambil resiko atas apa yang mereka kerjakan. Jika kita bicara urusan berapa jam mereka tidur dalam sehari? Skala tidur mereka cenderung lebih besar dibanding orang Indonesia apalagi skala tidur di waktu weekend.

Kita memiliki sebuah pemahaman bahwa letak kesopanan dan adab itu letaknya pada cara seseorang berbicara atau lisan. Semakin halus, lembut dan sopan dalam perkataan berarti sudah bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah seorang yang baik. Sedangkan ukuran kesopanan masyarakat Turki terletak pada perilaku, mereka tidak terlalu menganggap penting cara bisa seseorang.

Jika anda ingin berkuliah di Turki, anda harus siap untuk menghadapi perbedaan budaya yang sangat ekstrem dan berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia. Boleh dibilang, Turki akan menguji budaya-budaya positif seperti ketekunan belajar, fokus belajar, rajin beribadah orang Indonesia. Yang tidak kuat, ianya akan mengikuti arus kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat Turki.

Kondisi Cuaca yang Sangat Berbeda

Jika anda memutuskan berkuliah di Turki, berarti anda memutuskan untuk pindah dari negara dua musim ke negara empat musim. Tidak jarang mahasiswa Indonesia yang jatuh sakit karena fisiknya belum mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Turki khususnya ketika datang musim dingin.

Boleh dibilang musim dingin adalah tantangan besar bagi mahasiswa Indonesia. Memang, salju turun dan itu momen yang luar biasa mahasiswa tropis untuk foto-foto atau buka botol sirup terus makan salju. Tapi hujan salju bukan hanya satu hari. Keluar rumah dingin, bawaannya kepengen di bawah selimut, malas buat ngampus. Jangankan pergi ke kampus, jalan ke bawah 10 (sepuluh) meter buat beli roti saja rasanya sungguh terlalu.

Beberapa kota di Turki memiliki suhu yang sangat luar biasa dingin bahkan mencapai -40 derajat celcius seperti kota Erzurum, Agri, Van dan Hakkari. Tapi, tenang saja ada beberapa kota yang nuansanya hijau seperti di Indonesia.

882bdbb272ffe43b72759c2690d13ad4

Biasanya kalau di Indonesia, hujan-hujan dingin biasanya tinggal nunggu tukang bakso atau mie tek tek lewat. Kalau di Turki? Kalau saya biasanya makan Indomie yang dijual di supermarket dengan harga 1.25 Turkish Lira, kira-kira Rp 5000 per-bungkus. Setidaknya bisa mengatasi homesick.

Beban Mental Beban Biaya

Saya bukan penerima beasiswa dari pemerintah, baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Turki. Saya penerima beasiswa orang tua dan kemudian dengan segala usaha akhirnya mendapatkan beasiswa dari salah satu yayasan pendidikan yang ada di Turki. Jika dibandingkan dengan beasiswa pemerintah, beasiswa yayasan tidaklah seberapa.

Jadi saya dituntut untuk benar-benar hemat. Sampai-sampai mahasiswa internasional dengan beasiswa orang tua yang tidak mendapatkan fasilitas makan siang gratis di kampus seperti mahasiswa internasional pemerima beasiswa pemerintah mengajukan surat supaya diberikan keadilan, keadilan makan siang gratis di kampus.

Banyak yang bilang, kalau kuliah di luar negeri lebih banyak jalan-jalan dibanding belajarnya. Itu hoax. Saya sendiri jalan-jalan biasanya kalau ada simposium atau seminar gratis, acara PPI Turki yang harus mewajibkan para pengurus datang atau aktivitas-aktivitas sosial yang diadakan oleh pemerintah daerah setempat.

Jika anda adalah penerima beasiswa orang tua seperti saya, tinggal bersama teman-teman Indonesia, Turki atau dari negara lain di rumah kontrakan adalah cara untuk bertahan hidup dengan beban keuangan. Pengeluaran kita biasanya lebih boros di masalah makanan. Kalau di asrama selain harganya mahal, kita tidak bisa masak sendiri.

Tidak Ada Waktu Selain Homework Time

Beban mental ketika nanti pulang ke Indonesia. Mau jadi apa nanti? Beban problematika bahasa Turki yang menyusahkan. Beban mental karena takut repeat mengambil mata kuliah yang bisa memperpanjang masa kuliah alias nggak lulus-lulus. Membuat mahasiswa Indonesia terpaksa makan buku setiap hari. Jika anda tidak membaca buku dan mengulang kaji setiap hari maka hasilnya sudah pasti. Anda 80% akan gagal dalam perkuliahan. Sudah siap?

* * * *

Masih banyak lagi hal yang menjadi problematika mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Turki. Masih banyak lagi masalah-masalah yang saya hadapi sebagai pelajar di Turki yang sudah lima tahun menetap di Turki. Kuliah di Turki banyak manfaatnya, banyak sisi positifnya. Di atas adalah beberapa hal yang pembaca sekalian harus ketahui sebelum anda mengatakan, “Yes. Saya sudah yakin akan melanjutkan kuliah di Turki.”


Rekan-rekan juga dapat mengakses tulisan saya yang berjulud Jangan Kuliah di Turki ini di Jawa Pos melalui link di bawah ini:

https://www.jawapos.com/read/2018/01/20/182742/jangan-kuliah-di-turki-sebelum-siap-atas-hal-hal-ini

author fat

32 thoughts on “Jangan Kuliah di Turki

  1. Terimakasih postingannya..bagaimana kehidupan gadis muslimah indonesia yg sekolah disana?Bagaimana dengan kajian2 keislamannya? Ditunggu jawabannya yah..butuh referensi beragam nih..makasih

    • Kehidupan gadis Muslimah di Turki kurang lebih seperti di Indonesia. Bebas untuk menggunakan jilbab maupun membaca al-Qur’an di manapun berada. Untuk kajian keislaman banyak sekali tersedia di sini.

  2. Makasih banget buat infonya bang. Kalau universitas-universitas yang paling cocok buat belajar arsitektur di turki univ mana ya bang?

    • Menurut saya, salah satu universitas yang paling bagus untuk arsitektur itu Mimar Sinan Fine Arts University, Istanbul, Istanbul Technical University sama Middle East Technical University. Sukses terus yaa 🙂

  3. Assalamu alaikum wr wb
    Saya bermksud mendaftar s2 di Turki, di rumpun ilmu pertanian, kira2 mas ada saran ttg universitas yng stdaknya 50 % menggunakan bhs inggris atau mungkin English thaught, karena asumsi jika di Indonesia sj ada kelas internasional, masa di Turki gak ada.
    Mhon pencrahannya mas , terima kasih

    • Sejujurnya, untuk menemukan 50%-100% menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris di dalam KBM, itu sangat susah. Karena kondisi masyarakat Turki sendiri level penguasaan bahasa Inggrisnya rendah (Dosen maupun mahasiswa).

      Ada beberapa universitas yang sudah populer di telinga kita, yang menawarkan 30% bahasa Inggris, dan pilihan menulis thesis menggunakan bahasa Inggris. Untuk jurusan pertanian ada beberapa seperti: Istanbul Technical University, Ankara University, Selcuk University, Izmir Institute of Technology.

  4. Mas saya mau tanya, apa ada mahasiswa Indonesia di Turki yg kuliah S2/S3 di bidang kesehatan? Saya berencana apply beasiswa di bidang tsb dan perlu referensi.
    Terima kasih

    • Untuk mahasiswa magister di bidang kedokteran atau kesehatan, ada beberapa mahasiswa yang mengambil bidang manajemen rumah sakit. Untuk kedokteran, lulusan Turki sudah setara dengan S2 kedokteran di Indonesia.

  5. Assalamualaikum wr wb
    inshaallah saya bermaksud mengambil jurusan islamic teology disana, apakah untuk belajar islam disana berbahaya, karena ada issu bahwa turki berbasis sekuler?

    • Sebenarnya panjang jika kita mahu berdiskusi tentang sekulerism, namun jika pertanyaannya adalah “Belajar Islam di Turki berbahaya atau tidak?” jawabannya adalah tidak berbahaya. Tradisi pendidikan Islam di Turki sudah ribuan tahun.

  6. Menurt saya diluar iNDONESIA kec Malaysia pastilah Berbera bgt dgn d Indo seperti yg anda kemukakan TD Dr iklim Dan makanan..tp sbagai negara islam turky ITU maju mk baik jika kuliah d turky,rencana ank saya 2020 insyaAllaah kuliah d turky .

    • I hope like that, Islamization of Turkey still very young enough for us to say that Turkey has a developed Islamic movement. Historically, geopolitically and from the other perspective Turkey is a good laboratory there many things that you can learn especially to doing research. But in terms of education Turkey is still developing at the early stage that’s mean not so matured in education. As my suggestion, when you decide to study in Turkey better choose the high-level campus such as Marmara, Boğaziçi, etc. The accreditation is also important.

    • Yes insyaAllaah 2020 my son akan saya kuliah di Turki… Pertimbangannya biayanya lebih murah dari Eropah dan terutama buat anak muda bagus d Turki karrna mayoritas Muslim. Jadi pulang ke Indonesia nggak khawatir terkena pengaruh buruk. Jika masalah makanan diluar Indonesia selain Malaysia pasti berbeda sekali. Thanks infonya ya mas.

  7. Dear Mas Fatchul,
    Nice Sharing Mas, so enlightening
    Mas Saya mau nanya untuk S2 di Turki jurusan Islamic Finance/Banking atau economic shariah di Turki yang bagus dimana ya? saya mau nyoba untuk mengajukan beasiswa YTB.

    • Merhaba mas Indra, Islamic Economics and Finance di Turki baru pada tahun 2012 dibuka untuk program master dan doktora di Sakarya Üniversitesi dan Istanbul Üniversitesi. Masih sangat baru terutama dalam ketersediaan dosen-dosennya. Ada beberapa (2/3) kampus swasta juga.

  8. Pingback: Kuliah Ilahiyat di Turki? | Fatchul Wachid

  9. ketemu blog ini di search engine, saya lulus S1 tahun kemaren, ingin lanjut S2 tahun depan, walaupun sekarang magang di turki dan udah jalan 7 bulan, saya masih belum bisa meyakinkan diri kalau Turki adalah negara yang cocok untuk saya, yang paling utama adalah masalah budaya, ironisnya walaupun sesama muslim, saya masih merasa tidak ada kecocokan dengan orang turki, walaupun tentunya saya akan dengan senang hati berteman dengan mereka. tapi secara keseluruhan saya senang di turki, tapi untuk kuliah, kerja atau tinggal dalam jangka panjang, sejauh ini belum dapat feelnya

  10. Assalamualaikum. Jurusan islamic economy and finance di sakarya university bahasa pengantarnya Inggris atau turkish?

  11. Pingback: Kuliah Teologi Islam di Turki – merhaba.

  12. Mas, bbrp kali saya main ke istmbul. Namun saya sering sekali dpt kawan yg muslim tp pada ga solat. Apakah kondisi sprt ini umum di turki?

    • Agama menjadi privasi individu. Sholat dan tidak sholat dianggap hak untuk beribadah atau menyebah kepada Allah. Itu yang ada dalam pandangan beberapa Muslim termasuk sebagian dari Muslim di Turki. Sayang sekali.

  13. Merhaba, Assalamualaikum Mas Fatchul Wachid, Benim adim Rany from Indonesia. Apakabarnya Anda disana? saya baru baca blognya suka inspiratif. Mas info buat tulisan tentang pernikahan dua negara ya next time. Makasih

  14. merhaba, assalamu’alaikum. Kak, tulis tentang kedokteran di Turkey dong kak. Apalagi ttng orang Indonesia yang kuliah disana. kata kak Fatchul S1 kedokteran di turkey itu gmna?

  15. Assalamualaikum. Mas Wachid, boleh minta alamat email atau no wa ? Saya mau konsultasi mengenai profesor ekonomi Islam di Turki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.